Biaya Bangun Rumah Type 45

Berencana membangun rumah type 45 ? Type rumah ukuran 45 memang sangat populer di Indonesia. Rumah type 45 ini memiliki ruang yang sedikit lebih luas daripada rumah type 36, meskipun sama-sama memiliki 2 kamar tidur. Rumah type 45 ini juga menjadi hunian yang nyaman bersama keluarga. Maka tak heran jika banyak orang yang tertarik untuk membangun rumah ini.

Rumah type 45 ini memiliki luas bangunan 45 meter persegi. Desain rumah minimalis type 45 pun ada berbagai macam, seperti type 45/60, 45/90, 45/72, dan 45/84. Angka dibelakang 45 tersebut menunjukkan luas lahan. Misalnya kamu membangun rumah type 45/60, artinya rumah tersebut memiliki luas bangunan 45 meter persegi dan luas tanah 60 meter persegi. Sisa lahan kosong ini bisa dimanfaatkan untuk hal lainnya.

Estimasi biaya yang dibutuhkan untuk membangun rumah type 45 ini.

1.Luas Tanah dan Desain Bangunan
Sebelum membangun rumah sebaiknya kamu ukur terlebih dahulu luas lahan yang ingin kamu bangun. Dengan begini kamu bisa tahu berapa biaya yang perlu dikeluarkan untuk membuat rumah per meter persegi. Misalnya, kamu ingin membangun rumah type 45/60 dengan harga tanah Rp 3 juta per meter persegi. Maka dana yang kamu butuhkan sekitar Rp.3 juta x 60= Rp 180 juta.

Untuk desain rumah, lebih baik menggunakan jasa drafter saja, agar dapat melakukan penghematan, jika order ke jasa arsitek akan sangat mahal harganya.

2.Material Bangunan
Membuat daftar material apa saja yang dibutuhkan untuk membangun rumah. Bahan material umumnya sama untuk semua jenis rumah. Hanya saja material yang dibutuhkan ini biasanya tergantung dengan luas dan desain rumah itu sendiri.

Bahan material yang dibutuhkan antara lain, batu kali, semen, pasir, besi atau baja, batu kerikil, batu bata, kayu, genteng, kusen, konstruksi baja ringan, cat, dan lainnya. Bahan-bahan material tersebut diperkirakan mencapai Rp 3 juta per meter dan biasanya belum termasuk dengan instalasi listrik. Penghitungan RAB ( Rencana Anggaran Biaya ) bisa dibantu oleh tenaga tukang berpengalaman, agar pemilihan material bangunan sesuai dengan anggaran / budget yg disediakan.

3.Biaya Tukang
Upah harian tukang tentu berbeda antara satu kota dan lainnya. Selain itu, besar kecilnya upah juga disesuaikan dengan keterampilan tukang dan pekerjaan seperti apa yang dilakukan. Mulai dari penggali tanah untuk pondasi, tukang batu bata, kusen, rangka atap, plafon, instalasi listrik, sanitasi, keramik, sampai tukang cat semua ada tarifnya sendiri.

Ada tiga sistem pengupahan tukang yang bisa dilakukan, yaitu upah harian, upah borongan jasa, dan upah borongan penuh. Untuk upah sistem harian, biaya tukang berkisar antara Rp 100 ribu-Rp 150 ribu per harinya. Sedangkan upah borongan jasa dihitung berdasarkan luas lahan yang dibangun, yaitu mencapai Rp 600 ribu-Rp 800 ribu per meter persegi.

Sistem borongan penuh ini biasanya dipilih bagi pemilik rumah yang tidak ingin repot berbelanja material sendiri. Sehingga tinggal terima beres nya saja. Biasanya kontraktor menawarkan tarif antara Rp 3 juta-Rp 5 juta per meter persegi. Sistem ini memang lebih praktis, tetapi harus memilih pelaksana tukang bangunan yang berpengalaman agar proyeknya lancar.

4.Biaya Lainnya
Biaya pengurusan IMB (Izin Mendirikan Bangunan), biaya pembersihan, hingga biaya pindahan sekalipun. Persiapkan dana tambahan untuk membangun rumah sebesar 10% dari total semua pengeluaran yang dibutuhkan. Dana ini nantinya bisa dijadikan cadangan untuk anggaran yang tidak terduga.

Biaya lainnya yaitu untuk finishing, pembelian perabot furniture , pembuatan carport , pagar, teralis, kitchen set dll. Sebaiknya semua ada penghitungan di RAB sehingga bisa diketahui dengan jelas pembangunan rumah sampai selesai.

Mari membangun Rumah Type 45 bersama BBR Home Builder, dijamin lancar dan hasilnya maksimal.

× Hubungi BBR Home Builder