Dak Keraton

DAK KERATON adalah Dak Keramik Komposit Beton. Bahan material ini lahir atas kerjasama beberapa Negara di Eropa yang kemudian teknologi ini dibawa ke Indonesia melalui proyek bantuan teknis pembangunan industri bahan bangunan yang diawasi oleh UNIDO/UNDP (PBB Project INS/74/034). Pada proyek penelitian yang berlangsung sekitar tahun 1977, bahan material ini diteliti penggunaannya pada sebuah rumah contoh di Puslitbangkim Cipta Karya Pekerjaan Umum.

Keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh dak keraton sebagai berikut :

1.Daya Kekuatannya Jelas
Dak keraton mempunyai kekuatan yang jelas karena dibuat oleh pabrik dan telah melalui serangkaian ujicoba. Berdasarkan Test-II No. LB/BPPU/001-12/IX/9906.09.99 disebutkan bahwa keramik beton akan melendut jika menahan beban dengan berat lebih dari 500 kg/m2. Artinya bila dak keraton dibuat setebal 15 cm maka perkiraannya beban 500 kg/m2 mampu ditopang sampai bentangan 3,6 m, beban 400 kg/m2 kuat ditahan hingga bentangan 3,8 m, beban 300 kg/m2 dapat disangga sampai bentangan 4,2 m, beban 200 kg/m2 bisa disokong hingga bentangan 4,65 m, dan beban 100 kg/m2 bisa ditahan sampai bentangan 5,4 m.

2.Cocok Diaplikasikan Pada Semua Bangunan Bertingkat
Mungkin selama ini Anda mengira penerapan dak keraton hanya bisa diaplikasikan pada gedung pencakar langit saja. Faktanya material ini bisa digunakan sebagai kontruksi lantai dua di rumah Anda. Bahkan selisih berat total bangunan antara dak keraton dan dak konvensional bakal terlihat jelas ketika tinggi bangunan sudah rampung di lantai kelima.

3.Harga per m2 Lebih Murah
Keunggulan yang ketiga harga dak keraton di pasaran sangat terjangkau. Malah jika dibandingkan dengan dak beton konvensional dengan kekuatan yang setara, harga dak keramik beton lebih murah.

4.Sama Sekali Tidak Membutuhkan Papan Cor
Seperti yang sudah dijelaskan pada artikel pembuatan dak keraton, pembangunan dak menggunakan keramik beton tidak memerlukan bekesting. Hal ini tentu akan menghemat biaya pembangunan dan bersifat ramah lingkungan mengingat papan cor yang sudah dipakai biasanya akan dibuang begitu saja. Pemasangan dak keraton juga tidak memerlukan triplek sebab adukan cor langsung tertampung di setiap ikatan keraton.

5.Minim Penggunaan Tiang Penyangga
Pemakaian tiang penyangga pada pemasangan dak keraton juga sangat minim. Tiang penyangga hanya diperlukan saat proses pembangunan awal yang berfungsi sebagai penahan potensi lendutan. Dengan demikian lama waktu yang dibutuhkan pun menjadi semakin cepat. Bandingkan dengan dak konvensional yang memerlukan tiang penyangga begitu banyak sehingga boros biaya dan waktu. Belum lagi bambu dan kayu bekas tiang penyangga bakalan dibuang menjadi sampah.

6.Lebih Efektif dan Efisien
Soal rangkaian prosesnya, pembuatan dak keraton lebih efektif dan efisien. Hal ini karena tidak diperlukan lagi tahap penganyaman besi tulangan dan perancah kayu. Di waktu pemasangan dak keraton pun, aktivitas para pekerja di lantai atas tidak mengganggu para pekerja di lantai bawahnya sehingga masing-masing bisa bekerja dengan optimal.

7.Bobot Materialnya Lebih Ringan
Bobot keramik beton lebih ringan karena wujud materialnya memiliki rongga di bagian tengah. Rata-rata berat dak keraton berkisar antara 180-250 kg/m2 berselisih jauh dengan dak beton konvensional yang beratnya mencapai 300 kg/m2. Berat yang ringan juga memungkinkan dak keraton dapat memperkecil gaya gempa yang diterima oleh struktur bangunan sesuai dengan rumus F = m . a.

8.Peredam Panas dan Suara yang Baik
Dak yang terbuat dari keramik beton merupakan penahan panas yang baik. Hal ini tidak terlepas dari rongga yang ada di dalam dak dan berfungsi sebagai tempat aliran udara. Kegunaan lainnya rongga tersebut juga dapat berguna untuk meredamkan suara. Dengan demikian, ruangan yang berada di bawah dak keraton menjadi lebih adem dan tenang.

9.Bisa Diterapkan Pada Desain Apapun
Karena sifatnya fleksibel, dak keraton bisa diterapkan pada bermacam-macam desain bangunan. Mulai dari gaya minimalis, modern, klasik, mewah, sederhana, sampai dengan elegan, material yang satu ini sangat klop diaplikasikan di berbagai konsep rumah tinggal. Namun tentu saja dak keraton kurang pas apabila dipakai untuk membangun desain rumah tradisional mengingat dasar teknologi dan kesan yang ditimbulkannya pun sudah tampak kekinian.

KELEMAHAN
Di sisi lain kelemahan-kelemahan dak keraton yaitu :

1.Tingkat Kualitasnya Terbatas
Seperti kita tahu, dak beton konvensional terdiri atas berbagai mutu kualitas yang dapat diterapkan sesuai tujuan pembangunan. Untuk menopang beban yang sangat berat pun dak ini masih bisa diandalkan karena tinggal menyesuaikan kualitas dengan komposisi bahan-bahan penyusunnya. Namun dak keraton mempunyai rentang kualitas yang terbatas. Biasanya kualitas dak keramik beton yang sering digunakan pada rumah tinggal setara dengan dak beton K175 yang memiliki tegangan izin terberat sebesar 55 kg/cm2. Sementara untuk kualitas maksimum dari dak keraton ini mempunyai mutu yang setara dengan dak beton K200.

2.Bentangan Maksimumnya Relatif Sempit
Untuk amannya, dak keraton hanya boleh dibentangkan sejauh 4 meter. Jika ingin membuat bentangan yang lebih dari ukuran tersebut, maka di bagian bawah dak ini perlu dipasang balok dan kolom sebagai penyangga strukturnya. Berlainan dengan dak beton konvensional yang memungkinkan bentangannya bisa dibangun lebih dari ukuran tersebut. Hal ini tentu membuat ruangan yang berada di bawah dak beton menjadi lebih bersih dari keberadaan balok dan kolom.

SOLUSI :

Ingin Pasang Dak Keraton ? Hubungi kami segera,

Ini Proyek Pekerjaan dengan Dak Keraton, silahkan dilihat

× Hubungi BBR Home Builder